Tewas mendadak sering mengejutkan banyak orang. Kondisi ini terjadi tanpa peringatan jelas. Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa seseorang yang tampak sehat tiba-tiba tewas. Artikel ini membahas fakta seputar tewas, termasuk penyebab dan cara mencegahnya.
Apa Itu Tewas Mendadak?
Bayangkan seseorang sedang beraktivitas normal, lalu tiba-tiba jatuh dan tewas. Itulah gambaran sederhana.
Definisi Tewas Mendadak
Tewas mendadak berarti kematian yang datang dalam waktu singkat, biasanya kurang dari satu jam setelah gejala muncul. Dokter sering menyebutnya sebagai sudden cardiac death jika berhubungan dengan jantung.
Menurut saya, istilah ini menakutkan tapi penting dipahami untuk meningkatkan kesadaran kesehatan.
Perbedaan dengan Kematian Biasa
Kematian biasa biasanya datang setelah penyakit berkepanjangan. Sedangkan tewas mendadak muncul tiba-tiba, bahkan pada orang muda yang sehat. Ini bedanya.
Selain itu, tewas sering terkait masalah jantung tak terdeteksi.
Penyebab Utama Tewas Mendadak
Banyak faktor memicu tewas. Mari kita bahas satu per satu.
Gangguan pada Jantung
Jantung menjadi penyebab terbesar. Gangguan irama jantung atau aritmia sering jadi pemicu utama, terutama pada usia muda.
Dokter spesialis jantung seperti dr. Ardian Rizal menjelaskan bahwa aritmia membuat jantung berhenti memompa darah efektif.
Aritmia Jantung
Aritmia menyebabkan denyut jantung tak beraturan. Ini bisa berujung ventrikular fibrilasi, di mana jantung bergetar tak terkendali.
Saya pikir, faktor genetik sering diabaikan di sini.
Serangan Jantung
Serangan jantung terjadi saat aliran darah ke jantung terhenti. Ini berbeda dari tewas mendadak, tapi bisa memicu.
Kelainan arteri koroner jadi salah satu alasan umum.
Stroke sebagai Pemicu
Stroke bisa menyebabkan tewas saat tidur atau aktif. Darah tersumbat ke otak mematikan fungsi vital.
Ini sering terjadi pada penderita hipertensi.
Penyebab Lain yang Jarang Diketahui
Epilepsi bisa berujung tewas jika kejang tak terkendali. Keracunan karbon monoksida juga berbahaya, terutama di ruang tertutup.
Selain itu, emboli paru atau gumpalan darah di paru-paru jadi ancaman.
Diabetes tak terkendali pun ikut andil.
Menurut pakar, kardiomiopati atau penebalan otot jantung sering tak disadari.
Statistik Tewas Mendadak di Indonesia
Data menunjukkan peningkatan kasus tewas. Di RSUD Waled Cirebon, 204 kasus terjadi pada 2021-2022, mayoritas laki-laki usia 46-55 tahun.
Sistem respirasi jadi penyebab terbanyak, diikuti kardiovaskular.
Secara nasional, kematian akibat jantung capai satu dari tiga kematian total.
Angka ini naik 50% karena penyakit kardiovaskuler.
Di Manado, studi 2022-2024 tunjukkan pola serupa.
Saya rasa, data ini alarm bagi kita semua untuk lebih waspada.
Pada usia produktif, tewas mendadak semakin sering.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Tewas
Beberapa hal tingkatkan risiko tewas. Merokok jadi musuh utama jantung.
Obesitas dan kurang olahraga ikut berperan.
Faktor genetik tak bisa diubah, tapi bisa dikelola.
Usia di atas 45 tahun lebih rentan, terutama pria.
Stres kronis pun jadi pemicu diam-diam.
Diabetes dan hipertensi tambah bahaya.
Pendapat saya, gaya hidup modern sering abaikan risiko ini.
Gejala yang Harus Kamu Waspadai
Tidak selalu ada gejala sebelum tewas. Tapi, nyeri dada mendadak jadi tanda.
Sesak napas atau pusing tiba-tiba jangan diabaikan.
Pada olahraga, kelelahan ekstrem bisa sinyal bahaya.
Kejang atau tubuh dingin mendadak juga peringatan.
Jika merasa tak biasa, segera periksa dokter.
Cara Mencegah Tewas Mendadak
Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mulai dari sekarang.
Adopsi Gaya Hidup Sehat
Berhenti merokok segera. Ini kurangi risiko jantung drastis.
Makan sehat, banyak sayur dan buah. Hindari lemak jenuh.
Olahraga rutin, minimal 30 menit sehari.
Tidur cukup, 7-8 jam malam hari.
Saya sarankan, mulai kecil seperti jalan kaki setiap pagi.
Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Lakukan check-up tahunan. Periksa kolesterol dan tekanan darah.
Deteksi dini aritmia lewat EKG jika ada riwayat keluarga.
Minum obat sesuai resep dokter.
Hindari suplemen berlebih saat olahraga.
Kelola Stres dan Hidrasi
Kelola stres dengan meditasi atau hobi.
Minum air cukup, terutama sebelum beraktivitas berat.
Hindari alkohol dan kafein berlebih.
Pendapat pakar dari PERITMI, gaya hidup ini kunci pencegahan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Tewas Mendadak
Jika lihat seseorang kolaps, segera hubungi bantuan medis.
Lakukan CPR jika terlatih.
Ini bisa selamatkan nyawa sebelum ambulans datang.
Pelatihan RJP penting untuk semua orang.
Kesimpulan
Tewas mendadak bisa dicegah dengan kesadaran dan tindakan tepat. Jaga kesehatan jantungmu mulai hari ini. Ingat, hidup sehat bukan pilihan, tapi keharusan.
Dengan memahami penyebab tewas, kamu bisa lindungi diri dan keluarga.






Leave a Reply