Makna Lagu Terbuang Dalam Waktu oleh Barasuara: Refleksi Cinta yang Abadi

Makna Lagu Terbuang Dalam Waktu oleh Barasuara Refleksi Cinta yang Abadi

Pernahkah kamu mendengar lagu yang langsung menyentuh hati, seolah bercerita tentang hidupmu sendiri? Itulah yang terjadi saat aku pertama kali mendengarkan “Terbuang Dalam Waktu” dari Barasuara. Makna terbuang dalam waktu dalam lagu ini mengajak kita merenung tentang perubahan, kehilangan, dan cinta yang tak pernah pudar meski waktu bergulir. Lagu ini bukan sekadar nada indah, tapi cerminan emosi manusia yang dalam.

Selain itu, lagu ini menjadi soundtrack film populer, menambah lapisan makna. Aku akan bahas semuanya di sini, mulai dari lirik hingga analisis mendalam. Mari kita telusuri bersama.

Latar Belakang Lagu Terbuang Dalam Waktu

Barasuara bukan band baru di kancah musik Indonesia. Mereka dikenal dengan gaya rock alternatif yang penuh energi. Grup ini terbentuk pada 2012, dengan anggota seperti Iga Massardi sebagai vokalis dan gitaris, serta Asteriska sebagai vokalis perempuan. Musik mereka sering menyentuh tema sosial dan emosional.

Lebih lanjut, Barasuara punya ciri khas lirik puitis yang menggabungkan bahasa sehari-hari dengan metafor mendalam. Album mereka sebelumnya, seperti “Pikiran dan Perjalanan”, sudah menarik banyak penggemar. Sekarang, “Terbuang Dalam Waktu” jadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Rilis dan Album yang Melahirkan Lagu Ini

Lagu “Terbuang Dalam Waktu” rilis pada 8 Agustus 2023. Ini termasuk dalam album ketiga mereka, “Jalaran Sadrah”, yang keluar pada 21 Juni 2024. Album ini mengeksplorasi tema penerimaan diri dan perubahan hidup.

Menurut Iga Massardi dalam wawancara, lagu ini lahir dari pengalaman pribadi tentang keluarga dan waktu. Proses rekamannya pun unik, melibatkan kolaborasi dengan produser Hu Shah Records. Hasilnya? Suara yang emosional dengan aransemen gitar dan drum yang kuat.

Aku rasa, timing rilisnya pas banget di era pasca-pandemi, saat banyak orang merenung tentang waktu yang hilang. Ini membuat makna terbuang dalam waktu semakin relevan.

Profil Band Barasuara dan Inspirasi Mereka

Barasuara berasal dari Jakarta, dengan pengaruh musik dari band seperti Radiohead dan lokal seperti Efek Rumah Kaca. Mereka sering tampil di festival besar, seperti We The Fest. Inspirasi lirik datang dari kehidupan sehari-hari, termasuk hubungan manusia.

Asteriska bilang, “Kami ingin lagu kami jadi teman bagi pendengar yang sedang galau.” Pendapatku, ini berhasil. Lagu mereka tak hanya hibur, tapi juga obati luka hati.

Lirik Lagu Terbuang Dalam Waktu Lengkap

Lirik adalah jantung dari lagu ini. Aku sajikan lengkap di bawah, agar kamu bisa nyanyi sambil renung.

Teringat seru suaramu menepis keraguan Namun dewasa mengubah Cara pandang dan keikhlasan bersaut dan bergulat Terperai-perai menghilang

Perih yang terasa, sakit yang tak sirna Harapan akankah ada? Berputar arah

Angan tenggelam dalam kabut dan amarah Luka terkuak dan menggebu tanpa arah Tangis yang terbendung Terbuang dalam waktu yang meluruh

Perih yang terasa, sakit yang tak sirna Harapan akankah ada? Berubah

Melihatmu bersemi dan bermekaran Tawa candamu berikan kekuatan Sisa hariku Pagi berganti waktu memelukmu

Kita ‘kan tua dan kehilangan pegangan Lihat senyummu memberikan kekuatan Sisa nafasku Cinta tak kenal waktu menjagamu

Lirik ini sederhana tapi dalam. Setiap baris punya bobot emosi.

Analisis Makna Terbuang Dalam Waktu

Makna terbuang dalam waktu bukan sekadar kata-kata. Lagu ini ceritakan perjalanan emosi dari nostalgia hingga penerimaan. Kita pecah satu per satu.

Pertama, lagu ini gambarkan bagaimana waktu ubah segalanya. Kenangan manis pudar, diganti realita pahit. Ini mirip hidup kita sehari-hari.

Bagian Awal: Nostalgia dan Perubahan Dewasa

Di awal, “Teringat seru suaramu menepis keraguan” bawa kita ke masa lalu bahagia. Suara orang tercinta hilangkan ragu. Tapi, “dewasa mengubah cara pandang”.

Ini tunjukkan kedewasaan bawa konflik. Keikhlasan bergulat, semuanya tercerai-berai. Menurut psikolog Dr. Elizabeth Lombardo, perubahan ini normal dalam tumbuh dewasa. Pendapatku, bagian ini ingatkan kita hargai momen sebelum hilang.

Selain itu, metafor “terperai-perai menghilang” gambarkan fragmentasi ingatan. Waktu seperti angin yang hembuskan semuanya.

Pergulatan Batin: Perih, Sakit, dan Amarah

Bagian tengah penuh emosi negatif. “Perih yang terasa, sakit yang tak sirna” gambarkan luka abadi. Harapan berputar arah, angan tenggelam di kabut amarah.

Luka menggebu tanpa arah, tangis terbendung. Kemudian, “terbuang dalam waktu yang meluruh”. Makna terbuang dalam waktu di sini adalah emosi yang sia-sia, hilang sia-sia oleh waktu.

Pakar musik dari RRI bilang, ini refleksikan pergulatan batin menghadapi perubahan. Aku setuju, karena sering kita rasakan saat kehilangan orang dekat.

Harapan yang Muncul: Bersemi dan Kekuatan

Transisi ke positif. “Melihatmu bersemi dan bermekaran” tunjukkan harapan baru. Tawa beri kekuatan, sisa hari peluk kenangan.

Ini bagian rekonsiliasi. Meski sakit, ada cahaya. Buku “Never Lose Hope” oleh Path Quote Daily sarankan izinkan emosi, lalu bangkit. Lagu ini terapkan itu.

Pendapat pribadiku, bagian ini beri motivasi. Waktu bukan musuh, tapi teman yang ajar terima.

Bagian Akhir: Cinta Abadi Tak Kenal Waktu

Puncaknya, “Kita ‘kan tua dan kehilangan pegangan”. Tapi senyum beri kekuatan, cinta tak kenal waktu jaga kamu.

Ini ikrar cinta kekal. Meski tua, cinta tetap. Makna terbuang dalam waktu berubah jadi pesan positif: cinta tak terbuang, malah abadi.

Menurut jurnal Universitas Bina Sarana Informatika, ini gambarkan siklus keluarga. Cinta orang tua ke anak tak pernah pudar.

Aku pikir, ini bagian paling menyentuh. Ingatkan kita prioritas cinta di atas segalanya.

Hubungan Lagu dengan Film Sore: Istri dari Masa Depan

Lagu ini bukan berdiri sendiri. Jadi soundtrack film “Sore: Istri dari Masa Depan” tayang Juli 2025. Sutradara Yandy Laurens pilih lagu ini untuk adegan klimaks.

Dalam film, Sore (Sheila Dara) dari masa depan ubah suami Jonathan (Dion Wiyoko). Perjuangan penuh emosi, mirip lirik lagu.

Potongan “cinta tak kenal waktu” selaras dengan tema film: cinta lintas waktu. Lagu main di akhir, bikin penonton terharu.

Kritikus film dari Antara News bilang, pemilihan ini tegas pesan bahwa cinta punya batas, tapi juga abadi. Aku rasa, ini bikin film lebih impactful.

Selain itu, video musik lagu gambarkan hubungan keluarga, tambah kedalaman makna terbuang dalam waktu.

Pendapat Pakar dan Opini Pribadi tentang Makna Ini

Pakar musik sering puji lagu ini. Dari RRI, makna mendalam tentang perubahan batin. Jurnal akademik sebut ini komunikasi keluarga via visual dan lirik.

Asteriska dari Barasuara bilang, lagu ini tentang melepaskan dengan ikhlas. Iga Massardi tambah, inspirasi dari pengalaman keluarga.

Pendapatku sebagai penggemar musik, lagu ini masterpiece. Makna terbuang dalam waktu ajar kita hargai waktu sekarang. Di era sibuk, kita sering abaikan emosi, lagu ini ingatkan prosesi itu.

Bandingkan dengan lagu lain seperti “Waktu yang Salah” oleh Fiersa Besari, tema mirip tapi Barasuara lebih dalam emosinya.

Dampak Lagu Terbuang Dalam Waktu pada Pendengar

Banyak pendengar bagikan cerita. Di TikTok, video analisis makna dapat jutaan view. Satu pengguna bilang, lagu ini bantu lewati breakup.

Di konser, lagu ini selalu bikin suasana hening lalu tepuk tangan meriah. Dampaknya positif, bantu orang proses emosi.

Menurut survei musik online, lagu ini masuk top 10 emotional songs 2025. Ini bukti makna terbuang dalam waktu resonan luas.

Aku sarankan dengar lagu ini saat sendirian. Biar maknanya meresap dalam.

Cara Menikmati Lagu Ini Lebih Dalam

Coba dengar dengan headphone, fokus lirik. Atau tonton video musik resmi. Gabung komunitas penggemar Barasuara di X atau Instagram.

Jika suka, pelajari chord gitar. Mudah untuk pemula: mulai dari Am, F, C.

Ini tambah pengalaman, buat makna terbuang dalam waktu lebih personal.

Tips Mengatasi ‘Terbuang Dalam Waktu’ dalam Hidup Nyata

Hidup sering rasakan waktu terbuang. Tips: jurnal emosi harian. Olahraga ringan bantu lepaskan amarah.

Bicara dengan teman dekat. Seperti lirik, lihat senyum orang tercinta beri kekuatan.

Psikolog sarankan mindfulness untuk hargai momen. Aku coba, dan works!

Kesimpulan: Waktu dan Cinta yang Tak Terpisah

Akhirnya, makna terbuang dalam waktu dalam lagu Barasuara adalah tentang melepaskan tapi tetap mencinta. Waktu luruhkan sakit, tapi cinta tetap.

Lagu ini ajar kita dewasa emosional. Dengar lagi, rasakan sendiri.

Terima kasih sudah baca. Bagikan pendapatmu di komentar!

REFERENSI: JOS178