Kamu pernah mendengar nama skala Reamur saat pelajaran IPA di sekolah? Skala suhu ini jarang digunakan sekarang, tapi pernah populer di Eropa pada abad ke-18. Di balik skala ini ada seorang ilmuwan Prancis yang serba bisa bernama René Antoine Ferchault de Réaumur. Artikel ini membahas sejarah lengkap penciptaannya, latar belakang sang penemu, cara kerjanya, serta mengapa skala ini akhirnya tergantikan. Penjelasan ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, atau siapa saja yang ingin tahu lebih dalam tentang sejarah ilmu pengukuran suhu.
Siapa René Antoine Ferchault de Réaumur?
René Antoine Ferchault de Réaumur lahir pada 28 Februari 1683 di La Rochelle, Prancis. Ia berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya seorang pengacara dan pemilik tanah. Réaumur kecil kehilangan ayahnya saat masih balita, tapi ibunya mendukung pendidikannya dengan baik.
Ia belajar hukum di Bourges, lalu pindah ke Paris pada usia 20 tahun. Di sana, minatnya bergeser ke bidang sains dan matematika. Pada tahun 1708, ia sudah menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis. Réaumur bukan ilmuwan biasa. Ia ahli di banyak bidang: biologi, metalurgi, entomologi, dan meteorologi.
Saya melihat Réaumur sebagai sosok Renaissance Man di abad ke-18. Ia tidak hanya fokus pada satu disiplin, melainkan mengeksplorasi berbagai hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Prancis bahkan menugaskannya menyusun deskripsi sumber daya alam dan industri negara.
Latar Belakang Penciptaan Skala Reamur
Pada awal abad ke-18, para ilmuwan menghadapi masalah besar dalam pengukuran suhu. Berbagai termometer menggunakan skala yang berbeda-beda. Sulit membandingkan hasil pengukuran antar peneliti di negara berbeda.
Réaumur tertarik pada meteorologi sekitar tahun 1730. Ia ingin menciptakan termometer yang lebih akurat dan mudah dibaca. Ia memilih alkohol sebagai cairan pengembang karena lebih sensitif terhadap perubahan suhu dibanding merkuri pada saat itu.
Réaumur merancang skala dengan dua titik tetap: titik beku air sebagai 0° dan titik didih air sebagai 80°. Ia membagi rentang tersebut menjadi 80 bagian sama. Pilihan angka 80 ini bukan tanpa alasan. Angka tersebut bisa dibagi dua berulang kali (80 → 40 → 20 → 10 → 5) sehingga memudahkan perhitungan manual.
Para ahli sejarah sains mencatat bahwa Réaumur mempresentasikan idenya pada tahun 1730–1731. Skala ini segera populer di Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya.
Cara Kerja dan Prinsip Skala Reamur
Réaumur menggunakan termometer alkohol yang diencerkan. Ia mendesain tabung termometer dengan prinsip volume. Setiap derajat mewakili peningkatan volume cairan sebesar 1/1000 dari volume awal hingga titik nol.
Pada praktiknya, skala Reamur menjadi sangat sederhana:
- 0°Ré = titik beku air
- 80°Ré = titik didih air
Suhu ruangan biasa sekitar 20°Ré, sementara suhu tubuh manusia sekitar 37,5°Ré (setara 37°C). Skala ini memberikan gambaran yang intuitif karena rentangnya lebih sempit dibanding Celsius (100 derajat) atau Fahrenheit (180 derajat).
Menurut pendapat saya, kesederhanaan ini menjadi salah satu alasan utama skala Reamur bertahan lama di kalangan ilmuwan dan industri Eropa.
Perkembangan dan Penggunaan Skala Reamur
Skala Reamur cepat menyebar setelah diterbitkan. Banyak ilmuwan dan pabrik di Prancis, Jerman, serta Rusia mengadopsinya. Bahkan dalam karya sastra Rusia seperti novel Dostoyevsky, suhu kadang disebut dalam derajat Reamur.
Di bidang meteorologi, skala ini membantu pencatatan cuaca yang lebih konsisten. Di industri, pabrik-pabrik menggunakan termometer Reamur untuk mengontrol proses peleburan logam dan fermentasi.
Réaumur sendiri terus menyempurnakan alat ukurnya. Ia juga berkontribusi pada metalurgi dengan menemukan cara melapisi besi dengan timah agar tidak mudah berkarat, serta menemukan tungku cupola yang masih digunakan hingga sekarang.
Perbandingan dengan Skala Suhu Lain
Skala Reamur berbeda dari skala yang kita kenal hari ini:
- Celsius (diciptakan Anders Celsius tahun 1742): 0°C beku, 100°C didih.
- Fahrenheit (diciptakan Daniel Fahrenheit tahun 1724): 32°F beku, 212°F didih.
- Kelvin (skala absolut): 273,15 K untuk titik beku air.
Rumus konversi yang paling sering digunakan:
- °C = °Ré × 5/4
- °Ré = °C × 4/5
- °F = (°Ré × 9/4) + 32
- K = (°Ré × 5/4) + 273,15
Para ahli termometri modern mengakui bahwa skala Reamur cukup akurat untuk zamannya, meski memiliki keterbatasan karena penggunaan alkohol yang bisa menguap pada suhu tinggi.
Mengapa Skala Reamur Jarang Digunakan Sekarang?
Pada akhir abad ke-18, Revolusi Prancis membawa perubahan besar. Sistem metrik yang lebih rasional diperkenalkan. Skala Celsius dianggap lebih sederhana karena berbasis 100. Pada tahun 1794, Prancis secara resmi mengadopsi Celsius.
Meski begitu, skala Reamur tetap digunakan di beberapa negara hingga awal abad ke-20, terutama di bidang ilmiah dan industri tertentu. Saat ini, skala ini hanya memiliki nilai historis dan diajarkan di sekolah untuk melengkapi pengetahuan tentang evolusi pengukuran suhu.
Saya berpendapat bahwa hilangnya skala Reamur menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan terus berkembang menuju standar yang lebih universal dan mudah digunakan.
Kontribusi Lain Réaumur di Bidang Sains
Réaumur bukan hanya pencipta skala suhu. Ia menulis karya monumental enam jilid tentang sejarah serangga (Mémoires pour servir à l’histoire des insectes). Buku ini menjadi dasar entomologi modern.
Ia juga mempelajari regenerasi anggota tubuh pada kepiting, proses pencernaan, dan komposisi porselen Cina. Réaumur meninggal dunia pada 17 Oktober 1757 di Saint-Julien-du-Terroux dalam usia 74 tahun. Warisannya tetap hidup melalui nama skala suhu yang ia ciptakan.
Pelajaran dari Sejarah Skala Reamur
Sejarah skala Reamur mengajarkan bahwa inovasi ilmiah selalu dipengaruhi oleh kebutuhan zaman. Réaumur mencoba menyelesaikan masalah pengukuran suhu yang tidak standar. Meski skala ciptaannya tergantikan, semangatnya untuk mencari solusi praktis tetap relevan hingga sekarang.
Di era digital dengan sensor suhu super akurat, kita bisa belajar menghargai perjuangan ilmuwan masa lalu yang bekerja dengan alat sederhana.
Kesimpulan
Skala Suhu Reamur yang diciptakan René Antoine Ferchault de Réaumur pada tahun 1730–1731 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah termometri. Dengan menetapkan titik beku pada 0° dan titik didih pada 80°, Réaumur memberikan sistem pengukuran yang sederhana dan berguna pada zamannya.
Meski sudah jarang digunakan, memahami sejarah skala ini membantu kita menghargai perjalanan panjang ilmu pengetahuan. Réaumur bukan hanya seorang penemu, melainkan ilmuwan serba bisa yang dedikasinya masih menginspirasi hingga hari ini.
Jika kamu sedang mempelajari fisika atau sejarah sains, cobalah menghitung beberapa suhu menggunakan rumus konversi Reamur. Pengalaman ini akan membuat pelajaran terasa lebih hidup. Bagaimana pendapatmu tentang skala suhu kuno ini? Atau ada suhu tertentu yang ingin kamu konversi? Tulis di kolom komentar, kita bahas bersama.
REFERENSI : JOS178






Leave a Reply